Pasca Lebaran: Hiburan Malam (kembali) Ramai (Pengunjung “balas dendam”)

Peredaran Ekstasi Diduga Kembali Marak  Jakarta, Kompas – Kehidupan malam di DKI Jakarta pasca-Lebaran mulai menggeliat dan hidup kembali sejak Jumat (19/10) malam lalu. Sejumlah diskotek dan pub di Jakarta tampak ramai dikunjungi setelah lebih dari satu bulan ditutup.

Berdasarkan pengamatan Kompas hingga Sabtu (20/10) dini hari, diskotek di Hotel A di Jalan Lodan Raya, Jakarta Utara; Diskotek S di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat; dan Diskotek X di kawasan Senayan, Jakarta Selatan; tampak dipadati pengunjung.

Seorang petugas keamanan Diskotek X menyebutkan, tempat hiburan tersebut baru pada malam itu ramai pengunjung setelah tutup selama bulan puasa hingga Lebaran. Melihat ramainya pengunjung, petugas itu mengucapkan, “Pengunjung balas dendam.”

Pengunjung di diskotek tersebut bahkan harus antre saat hendak memasuki pintu masuk dan membeli tiket. Di dalam ruangan yang penuh dengan asap rokok tersebut, pengunjung memadati semua sudut ruangan. Akibatnya, untuk berjalan pun pengunjung harus terlebih dahulu menyibak kerumunan orang- orang yang tengah berdiri atau berjoget.

Berbeda dengan diskotek lain, ruangan di Diskotek X tampak lebih terang.

Diskotek di Hotel A juga penuh dengan pengunjung saat menjelang tengah malam. Sementara di Diskotek S kondisinya pun penuh sesak. Hanya saja ruangan terasa lebih pengap akibat penuh asap rokok dan pengunjung yang memenuhi berbagai sudut ruangan yang temaram.

Irama musik house yang mengentak gendang teli begitu terasa di ruangan diskotek tersebut. Hampir semua pengunjung terlihat berjoget mengikuti irama musik. Sebagian pengunjung bahkan terlihat berjoget secara liar dengan menggoyangkan kepala tanpa henti.

Pengaruh ekstasi

Para pengunjung yang tenggelam dalam irama musik keras itu diduga terpengaruh oleh pil ekstasi. Kondisi itu sudah menjadi rahasia umum di kalangan penggemar tempat hiburan malam, terutama diskotek.

Psikotropika jenis ekstasi biasa dijual bebas di sejumlah diskotek di Jakarta. Salah satunya adalah diskotek di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Berdasarkan pengamatan Kompas pada Juli lalu, pengedar menawarkan ekstasi kepada pengunjung yang baru masuk ke ruangan diskotek itu. Penawaran dan jual beli ekstasi ketika itu dilakukan secara terang-terangan.

Ketua Badan Narkotika Provinsi DKI Jakarta Fauzi Bowo, yang kini Gubernur Jakarta, ketika dikonfirmasi saat itu menegaskan, jajarannya kerap mendatangi diskotek dan karaoke. Namun, pengedar selalu mencari celah (Kompas, 19/7). (CAL/KSP)

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0710/22/metro/3935425.htm

~ by mbaw on October 23, 2007.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: